Perjalanan demi perjalanan yang dilalui sampai lahirnya GKII
Tebeng
Pertengahan 1951: Germann Edey (Switzerland) Bersama
dengan istri dan dua orang lainnya memulai pelayanan misi WEC
di Curup.
30 September 1951: Memulai persekutuan bertempat di
Curup rumah Germann Edey yang dihadiri oleh sejumlah orang
Kristen dari berbagai suku, bernama Gereja Persekutuan Injil
Internasional (GPII).
Tahun 1952: Nama diganti menjadi Gereja Persekutuan
Injil (GPI)
Tahun 1953: Fred dan Peggy Hills (Australia) memulai
persekutuan GPI di kota Bengkulu.
Tahun 1958: C.R Harrington datang ke kota Bengkulu
untuk membantu pelayanan Hills. Harrington menggabungkan
pelayanan yang telah dimulai oleh Fred dengan Gereja Kristen
Bengkulu (gereja interdenominasi protestan yang telah ada jauh
sebelum 1958).
Tahun 1960: Keduanya terpisah menjadi jemaat GPI dan
jemaat gereja interdenominasi (pada akhirnya menjadi jemaat
HKBP).
Januari 1959: Harrington dan istri secara intens
melayani di kota Bengkulu dan Pondok Kelapa, Aktif pelayanan
khotbah secara rutin di gereja interdenominasi, sementara
istrinya aktif melayani persekutuan orang-orang Tionghoa yang
ada di kota Bengkulu dan memulai pelayanan Sekolah Minggu.
(cikal bakal GKII Bengkulu)
Januari 1963: Pelayanan Harrington di kota Bengkulu
diteruskan oleh F.LumbanTobing. Beliau menjadi pemimpin dalam
GPI dan juga mengadakan penginjilan kepada suku Serawai di
Bengkulu Selatan F.L. Tobing bersama dengan istri (ibu
Indrawati) mengadakan persekutuan GPI di sebuah ruko di depan
Lapangan Merdeka.
17 Juni 1967: Nama GPI diganti menjadi Gereja Kristen
Injili Indonesia (GKII) Konfrensi Misi WEC Sumatera di Tanjung
Enim, Sumatera Selatan.
Tahun 1982: GKII pindah ke Curup-Karang Jaya hingga
sekarang (kantor pusat sinode GKII).
Tahun 1991: Menjadi anggota PGI ke 62
17 Juni 1967: GPI menjadi GKII
28 Februari 1968: Berdasarkan keputusan rapat misi WEC
Internasional di Surabaya, maka seluruh pelayanan yang
dilakukan di kota Bengkulu, Curup, Muara Aman, dan Palembang
diserahkan kepada sinode GKII yang dibantu oleh mayoritas tim
misi WEC.
28 Feb 1968: Nama GPI di kota Bengkulu berganti dengan
nama GKII kota Bengkulu.
Tahun Perjalanan GKII Bengkulu:
Tahun 1975: Persekutuan tersebut pada akhirnya kemudian
resmi menjadi sebuah gereja dengan jemaat awal 10 kepala
keluarga. Ibadah pertama dilakukan di sebuah ruko yang
terletak di daerah Kampung Cina dipimpinan Pdt. Mahar Efendy.
Tahun 1980: Pdt Mahar Efendy pindah pelayanan ke
GEKESIA Bengkulu, tetapi tetap membantu pelayanan di GKII
Bengkulu.
Pada tahun 1978: Pembangunan gedung gereja mulai
dilakukan di daerah Kebun Tebeng. Kerinduan jemaat untuk
memiliki sebuah gedung gereja yang tetap dijawab oleh Tuhan.
Februari 1980: GKII pindah ke daerah Kebun Tebeng (Jl.
Merapi no. 19, Kebun Tebeng) hingga sekarang. Gedung gereja
yang berada di Tebeng diresmikan oleh Tidik Harefa (ketua
sinode GKII pertama).